Contoh Khutbah Jumat Lengkap Terbaru - Rahasia Puasa

Khutbah Jumat Ramadhan - Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, banyak hal terjadi di bulan suci ini, juga banyak rahasia-rahasia yang terdapat dalam bulan suci ini, diantaranya yaitu: di turunkannya kitab suci Al-Qur'an, pada malam yang kita sebut sebagai malam nuzulul qur'an, kemudian adanya malam lailatul qadar yang ganjarannya ibarat kita beribadah seribu bulan.

Yang jadi pertanyaan, apakah kita pernah beribadah sampai seribu bulan? saya rasa kita tidak akan pernah melakukan ibadah selama itu, Namun hanya dengan kita beribadah satu malam di bulan Ramadhan, tepatnya di malam lailatul qadar kita bisa mendapatkan ganjaran yang teramat besar, yaitu ganjaran beribadah seribu bulan.

Dan disini kami akan memberikan contoh khutbah jumat lengkap tentang rahasia-rahasia yang terdapat dalam bulan suci Ramadhan. Pada blog sederhana ini kami akan menuliskan secara lengkap naskah pidato, ceramah, khutbah jumat, khutbah idul adha dan khutbah idul fitri.

Contoh Khutbah Jumat Lengkap Terbaru - Rahasia Puasa

Khutbah awal


اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ 


Hadirin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah!!!

Orang Muslim yang beriman adalah orang yang telah berikrar dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh  dan bahwa Nabi Muhmmad SAW adalah utusan Alloh. Lantaran ikrar dan kesaksian inilh, kita semua kaum muslimin melakukan shalat;berpuas memberikan zakat dan menunaikan ibadah haji apabila mampu, semata-mata karena Allah,  tuhan yang telah memerinthakan itu semua melalui utusan-Nya.

Kesadaran akan makna ikrar dan kesaksian itulah yang kemudian mengharuskan seseorang untuk hanya mengakui superioritas dan kekuasaan Alloh atas alam semesta, termasuk diri seseorang. Oleh krena it, hanya kepada Alloh-lah dia menghamba, mengabdi, takut, mengharap dan memohon, menyerahkan diri dan pasrah. Hanya saja, dalam perjalanan kehidupan, kita sering kali tak menyadari dan tahu-tahu melupakan begitu saja makna ikrar dan kesaksian itu. Bisa pun kita juga tak lagi hanya mengabdi dan menyembah kepada Alloh Dzat yang Esa, tetapi uang, harta, kemewahan, pangkat dan diri sendiripun tak terasa lambat laun kita pertuhankan. Naudzu billa himin dzalik.

Hadirin jamaah jum’ah rahimakummullah

Menurut Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, puasa memiliki tiga tingatan; yaitu puasa umum (shaumu al-umum), puasa khusus (shaumu al-khusus) dan puasa yang lebih khusus (shaumu al-khusus al-khusus). Puasa umum adalah puasa yang dilakukan dengan mencegah perut dan kemaluan dari yang diinginkan. Ia hanya dimaknai secara dhahir, dengan hanya memelihara diri tidak makan, tidak minum dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Puasa khusus adalah mencegah pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan anggota-anggota tubuh lainnya dari melakukan dosa. Yaitu puasanya seseorang yang disamping memelihara diri dari makan , minum dan hal-hal lain yang membatalkan puasa, ia juga memelihara diri dari mendengarkan perkataan-perkataan kotor, melihat hal-hal yang tidak baik, mengucapkan perkataan keji yang menyakitkan orang lain.

Sedangkan puasa yang lebih khusus adalah puasa yang dilakukan selain mencegah anggota badan dari melakukan kemaksiyatan juga mengekang hati, keinginan dan fikiran duniawi serta mencegahnya dari selain Alloh Azza Wa Jalla secara keseluruhan. Seseorang yang puasanya sampai pada tingkatan ini akan menjaga hatinya dari keinginan-keinginan duniawiyah, karena khawatir akan terpelesetnyahati akibat daya urusan dunia. Tingkatan puasa yang hanya milik para Nabi, para Shadiqin, dan para Muqarrabin. Dikatakan :

Adapun puasa khusus adalah puasanya para shalihin, mencegah anggota badan dari berlaku dosa. Puasa khusu ini dapat dicapai dengan enam petunjuk :

Pertama, memejamkan mata, mencegahnya dari pandangan yang dimakhruhkan dan diharamkan untuk dilihat serta hal-hal yang menyebabkan hati itu bimbang dan lalai dari mengingat Alloh..

“Pandngan mata adalah panah yang yang beracun dari panah-panah iblis yang telah dikutuk oleh Alloh. Maka barang siapa yang meninggalkan pandangan mata itu karena takut Alloh, niscaya Alloh Azza Wa Jalla memberinya keimanan dan mendapatkan kemanisannya dalam hati”.

Kedua, menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia,berdusta,mengupat, mencari-cari kesalahan orang lain, berkata keji, berkata yang menyebabkan renggangnya persaudaraan, permusuhan, dan berkata riya’.  Pada sisi lain kita berusah untuk mengharuskan berdiam diri, senantiasa berdzikir kepada Alloh SWT dan membaca Al-Qur’an. Hadist dari Jabir R.a. Rasulullah SAW bersabda:

“Ada lima hal yang membatalkan (pahala) orang yang puasa; berdusta,mengupat,mencari-cari kesalahan orang lain,sumpah palsu dan memandang dengan nafsu birahi”.

Hadist lain menyebutkan: sesungguhnya puasa itu adlah benteng mental. Apabila seseorang dari kamu berpuasa, janganlah berkata keji dan bodoh. Dan kalau ada orang yang menyerang atau mencaci makinya, maka hedaklah ia menjawbnya: aku sedang puasa! Aku sedang puasa!

Ketiga, mencegah pendengaran dari mendengarkan hal-hal yang haram dan makruh. Hal-hal yang haram di ucapkan, maka haram pula didengarnya. Karena itulah, disamakan oleh Alloh Ta’ala antara orang-orang yang mendengarkan hal-hal yang haram dengan orang yang makan barang haram”.

 Firman Alloh dalam QS. al-Maidah 42:

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ

Artinya: “Mereka orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram”. 

Maka, berdiam diri, mendengarkan umpatan seseorang kepada orang lain adalah haram. Dan karena itulah hadis dari Ibn Umar R.A, Nabi bersabda:

“Orang yang mengupat dan orang yang mendengarkannya adalah sama-sama berdosa”.


Hadirin jamaah jum’ah rahimakumullah

Keempat adalah mencegah perut dari makanan yang makruh dan haram. Saat waktu buka puasa tiba, tidak membiarkan perut berbuka dari makanan-makanan yang haram bahkan subhat. Tidak ada artinya seseorang berpuasa, mencegah makanan yang halal, sedangkan kemudian berbuka dengan makanan yang haram, maka jadilah orang berpuasa ini seperti orang yang membangun sebuah istana lalu meruntuhkan kotanya.

Kelima, tidak memperbanyak makanan halal sewaktu berbuka sehingga rongga perutnya kekenyangan. Tidak ada karung yang lebih dibenci Alloh daripada perut yang kekenyangan dengan makanan yang halal. Diantara tujuan puasa adalah mengosongkan perut dan menghancurkan hawa nafsu, untuk menguatkan jiwa bertakwa. Apabila perut dipaksa untuk tidak diberi makanan dan minuman sejak pagi hari, niscaya kelezatan-kelezatan makanan dan minuman menggoda perut untuk dilahapnya ketika waktu berbuka tiba. Dan jika semua perut ini di penuhi dengan menyediakan berbagai macam makanan dan menyantap sepuas-puasnya, maka seseorang hanya disibukan oleh urusan perut dan melupakan usaha menghilangkan hawa nafsu yang menjadi tujua puasa tersebut. Maka akan menjadi sirnalah tujusn hskiki puasa akibat nenuruti keinginan perut.

Disamping itu, perlu diketahui bahwa menyedikitkan makanan adalah jalan untuk mencapai jernihnya hati, menjauhi syetan dan mendekati kepada Alloh SWT. Al-ghazali mengungkapkan: barangsiapa menjadikan antara hatinya dan dadanya tempat menampung makanan, maka dia terhijab, (terhalangi) dari Alloh SWT. Dan barang siapa mengosongkan perutnya, maka yang demikian itu belum mencukupi untuk mengangkat hijab, sebelum cita-citanya kosong dari selain Alloh Azza Wa Jalla. Dan pangkal kesemuanya itu adalah terletak pada menyedikitkan makan.

Keenam, sesudah berbuka, hatinya bergantung dan harap-harap cemas, karena dia tidak tau apakah puasanya di terima, sehingga menjadi orang yang muqarrabin atau di tolak sehingga menjadi orang yang tercela. Hal ini menjadikan harapannya selalu digantungkan pada Alloh SWT. Dan dia semakin dekat kepada Alloh.

Hadirin jamaah jum’ah rahimakumulloh.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memelihara puasa kita agar puasa dapat memberikan faedah pada pembentukan keperibadian kita. Bukan puasa yang tanpa makna, puasa yang hanya memberikan rasa dahaga dan lapar. Dan kita pun dapat terhindar dari golongan orang-orang yang melakukan puasa tetapi hanya memperoleh lapar dan dahaga, karena tidak pernah sama sekali memperhatikan rambu-rambu yang harus dilakukan seseorang ketika melakukan puasa, ingsya Alloh jika beberapa hal di atas di perhatikan dan di jalankan dengan baik, niscaya setiap langkah kita dalam menjalani kehidupan akan selalu bersandarkan pada cahaya Ilahi yang sebenarnya bersemayam dalam hati yang fitri

Khutbah ke dua


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَأَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم


Itulah contoh teks khutbah jumat singkat  yang dapat kami tulis kali ini untuk anda semoga bermanfaat bagi kita semua.

Contoh Teks Khutbah Jumat Pendek - Musuh-Musuh Manusia

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat - Manusia adalah makhluk Alloh yang diberi akal dan hawa nafsu. Alloh menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya dan menyembah hanya kepadanya, tidak hanya manusia bahkan makhluk lain pun semisal hewan, tumbuhan, jin, bahkan iblis Alloh ciptakan hanya untuk beribadah kepadanya. Seperti yang kita ketahui dalam hal ini tidak semua makhluk bisa menuruti atau menaati setiap perintah yang diperintahkan, pastinya ada juga yang membangkang atau tidak mau menaati perintah.

Sebagai contoh, manusia jika diberi peraturan tidak akan semuanya menaati peraturan tersebut, pasti ada sebagian orang yang membangkang, begitupun makhluk di dunia ini, tidak semua makhluk menaati perintah Alloh, seperti syetan dan iblis mereka adalah sebagian makhluk Alloh yang membanggkang tidak mau menjalankan perintah yang di perintahkan oleh Alloh.Dalam kehidupan manusia setiap orang yang melanggar perintah/peraturan pasti akan diberikan sangsi, berupa hukuman penjara dan lain sebagainya.

Tidak jauh beda dengan makhluk, makhluk yang membangkang/ melanggar peraturan pasti akan diberikan hukuman yang berupa siksaan akhirat yang sering kita sebut sebagai siksa neraka. Nah dan kita semua tau bahwa makhluk yang membangkang adalah syetan dan iblis pada awalnya. Mereka sudah di cap oleh Alloh sebagai penghuni neraka. Namun rupanya mereka tidak mau jika hanya mereka yang masuk neraka, mereka meminta izin kepada Alloh untuk menggoda semua manusia untuk menemani mereka di neraka kelak.

Namun perlu kita ketahui hanya orang-orang yang keimanannya lemah yang akan tergoda oleh tipu daya mereka, sedangkan orang yang memiliki keimanan yang kuat mereka tidak akan tergoda sedikitpun olehnya. Kita semua tau bahwa iblis dan syetan adalah musuh terbesar manusia yang paling berbahaya yang akan membawa kita pada kehancuran dunia dan akhirat, Maka dari itu kita hendaklah berhati-hati dan waspada terhadap mereka serta memperkuat keimanan kita, agar kita tidak tergoda oleh bisikan dan tipu daya mereka yang sering digambarkan pada kesenangan duniawi.

Dan disini saya akan menuliskan contoh khutbah jumat tentang “Musuh Terbesar Manusia.” Berikut adalah ulasannya:

http://belajarkhutbah.blogspot.com/


Khutbah awal

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلا

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Setelah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Alloh dan menyampaikan shalawat dan salam kepada panutan kita Nabi Muhammad SAW, marilah kita senantiasa mempertebal keimanan kita dengan cara mengambil hikmah kejadian di sekeliling kita. Marilah semua pengalaman kita yang berupa baik buruk, susah-senang, bahagia-perihatin dsb semuanya kita jadikan sebagai wasilah untuk menambah kedekatan diri kita kepada dzat yang maha kuasa, Alloh SWT. Untuk selalu tunduk dan takwa kepadanya, meninggalkan segala kejelekan yang dilarangnya dan melakukan segala kebaikan yang di perintahkannya. Dengan cara seperti ini mudah-mudahan hidup kita dapat selamat di dunia dan di akhirat. Amin ya rabbal a'lamiin

Kita memahami, bahwa Alloh SWT menciptakan fitrah dalam diri manusia, yaitu dapat mengetahui dan mengenal kebenaran, serta menjauhi dan menghindari kebathilan. Namun ternyata mengamalkan yang benar atau menghindari kebathilan adalah bukan sesuatu yang mudah.
Ada beberapa rintangan dan hambatan yang menjadi ujian. Ada musuh yang selalu menghalangi dari jalan yang benar. Dan sebaliknya ada musuh yang selalu berusaha membimbing kearah yang bathil. Musuh-musuh ini memberikan gambaran tentang kebenaran, yang semestinya indah, menjanjikan kebaikan dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, digambarkan oleh musuh manusia sebagai sesuatu yang menakutkan dan menyusahkan.

Sebaliknya yang bathil, yang mestinya menjijikan dan berujung pada pemberitaan, digambarkan oleh musuh manusia sebagai keindahan nan menyenangkan. Akhirnya banyak orang yang terpedaya, meninggalan jalan yang benar dan mengikuti jalan yang bathil. Karenanya, kita perlu mengetahui musuh-musuh itu,agar dapat bersikap. Musuh tetaplah musuh, bukan sebagai teman, apalagi sebagai pembimbing. Siapakah musuh-musuh yang selalu berusaha mengajak manusia kepada perbuaan batil dan keliru?

Sidang jumat rahimakumullah

Musuh yang pertama adalah setan. Berbagai macam cara ditempuh oleh setan untuk menjerumuskan manusia kedalam kebathilan dan menghalangi manusia dari kebenaran. Dan setan ini sering berhasil menjadikan manusia sebagai pengikutnya. Hanya orang-orang ikhlas dalam ibadahnya yang selamat dari makar dan tipu daya setan. Hanya orang yang beriman yang bisa menjadikan kita termasuk orang-orang beriman yang ikhlas dalam beribadah kepada Alloh SWT. Di awal kitab Madarijus Salikin dan Al Bada-i, pada akhir pembahasan tafsir surat al Mu’awwidzatain (surat an Nas dan al Falaq), Ibnu Qayyim Rahimahullahu menyebutkan cara-cara dan tahapan setan dalam  menghembuskan kejahatan dan tipuan kepada manusia, yaitu:
  • Setan mengajak manusia melakukan perbuatan kupur dan syirik, menentang Alloh dan Rasulnya.
  • Setan mengajak manusia untuk mengamalkan perbuatan yang sebenarnya bukan ajaran Islam tetapi seolah-olah itu adalah ajaran agama.
  • Perbuatan dosa besar ini juga dengan berbagai macam variasinya. Dosa besar ini juga merupakan gerbang menuju kekufuran.
  • Sedangkan orang yang tidakmampu digoda setan dan dijaga oleh Alloh dari perbuatan dosa-dosa besar, maka setan berusaha menyeretnya ke tahap keempat, yaitu melakukan dosa-dosa kecil, sebagai gerbang memasuki dosa-dosa besar. Dosa-dosa kecil ini terkadang dianggap remeh oleh manusia dan tidak peduli dengan pelakunya. Padahal dosa kecil itu menyeret untuk melakukan dosa berikutnya. Diceritakan dalam sebuah hadist dari Sahl bin Sa’d dari Nabi SAW bersabda: “Jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika dosa-dosa itu berkumpul pada diri seseorang akhirnya akan membuatnya binasa (celaka). Maka tidak diragukan lagi, meremehkan perbuatan dosa kecil menjadi besar. Sebagaimana perkataan ulama salaf, tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus, dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar.
Jamaah jumat Rahimakumullah

Jika setan merasa lemah dan tidak mampu menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan-perbuatan dosa ini, maka setan mengoda manusia dengan tahapan kelima. Yaitu menyibukan manusia dengan perkara-perkara mubah yang tidak mendatangkan pahala, dan juga tidak mengakibatkan dosa. Menyibukan perkara-perkara mubah berarti menyia-menyiakan waktu dan usia, tidak memanfaatkannya dengan kebaikan dan perbuatan shalih.

Betapa banyak manusia tertipu dengan perkara-perkara mubah, berlebih-lebihan dalam makanan, minum, rumah, pakaian. Demi  keperlauan ini. Manusia telah menyia-nyiakan sejumlah harta, usia dan waktu, lalai dengan kebaikan, tidak berlomba-lomba dalam kebaikan. Sehingga, perbuatan mubah ini bisa menjadi penyebab seseorang lupa kepada akhirat, dan lupa melakukan persiapan untuk menyongsongnya.

Sedangkan manusia yang tidak bisa dijerumuskan dengan tahapan ini, maka setan akan mengganggunya dengan tahapan keenam, yaitu mengalihkan perhatian perhatian manusia dari amalan-amalan yang lebih baik kepada amalaan yang dibawahnya. Seseorang sebenarnya ingin mentasarufkan hartanya untuk penbangunan masjid umpamanya, namun tiba-tiba pada seseorang tersebut ada keinginan untuk mengalihkan pentasarufan harta untuk yang lain, yang tidak bernilai lebih baik dibanding untuk pembangunan masjid. Inilah tipu daya setan yang mesti mendapatkan perhatian yang seksama, agar hidup ini bukan atas panduan syetan.

Jamaah jumat rahimakumullah

Musuh manusia yang kedua, adalah hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada keburukan. Hawa nafsu ini cenderung kepada kebathilan, menghalangi manusia agar tidak menerima kebenaran dan tidak mengamalkannya. Jika jiwa ini mutmainnah (tenang dalam kebenaran), lebih mengutamakan yang hak, maka dia akan membimbing manusia ke arah yang benar dan berjalan di atas jalan keselamatan. Sebaliknya jika jiwa ini sudah tidak lagi bersih, yang menguasai atas jiwa ini adalah hawa nafsu itu, maka tidak jarang orang terjerumus pada perbudakan oleh nafsu. Dan mereka menjadikan nafsu seolah-olah sebagai sesmbahan. Disebutkan dalam firman Alloh:

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلا

Artinya : "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?"

Seseoramng yang selalu memperturutkan segala keinginannya, ia tidak akan peduli dengan akibat buruknya. Dalam sebuah atsar diriwayatkan, dibawah kolong langit ini, tidak ada yang lebih jelek dibandingkan hawa nafsu yang diperturutkan. Adapun musuh manusia berikutnya adalah gemerlap dunia, kenikmatan dan hiasannya. Keindahan dunia dan berbagai kenikmatan semuanya, telah menipu banyak orang, membuat manusia lupa kepada tujuan hidupnya yang haki9ki. Padahal kehidupan akhirat dan segala isinya jauh lebih baik dibandingkan dengan kehidupan dunia yang fana.
Alloh Swt berfirman:

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلا تَعْقِلُونَ

Artinya : "Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?" (QS.al –Qashash [28]:60)

Alloh swt berfirman, yang artinya : “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Jamah jumat rahimakumullah

Demikian beberapa musuh yang sering menghalangi manusia dari berbuat amal sghalaih. Semoga Alloh melindungi kita semua dari semua makar dan tipu daya yang menyesatkan.

Khutbah Tsani

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh teks khutbah jumat tentang musuh-musuh manusia, jangan lupa untuk terus berkunjung ke blog kami untuk mendapatkan informasi terupdate seputar khutbah. Jika anda membutuhkan teks khutbah idul adha maka pada blog ini sudah terdapat tulisan baru yang sangat bagus. 

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat - Syukuran Kemerdekaan

Teks Khutbah Jumat Singkat - Saat ini kita sebagai warga Negara Indonesia mungkin telah banyak merasakan nikmatnya kemerdekaan, nikmatnya kebebasan, dan nikmatnya hidup dalam ketenangan. Namun kita semua tau, kemerdekaan yang kita rasakan saat ini merupakan hasil jerih payah dari para pahlawan yang telah berjibaku melawan para penjajah yang datang dari berbagai negara. Dengan semangat api yang sangat besar, rakyat Indonesia akhirnya mampu melawan serta mengusir para penjajah dari tanah air kita Indonesia.

Tanggal 14 Agustus adalah hari dimana penjajah (Jepang) menyatakan menyerah pada sekutu, hanya saja berita kekalahan Jepang ini masih dirahasiakan oleh Jepang. Namun demikian para pemimpin dan pemuda pergerakan Indonesia, lewat siaran luar negeri telah mengetahui bahwa Jepang telah menyatakan menyerah kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Kemudian pemuda Indonesia segera menemui Bung Karno meminta untuk segera memprolamasikan kemerdekaan Indonesia lepas dari pengaruh Jepang. 

Namun Bung Karno tidak menyetujuinya, menurutnya kemerdekaan itu harus di rumuskan terlebih dahulu dalam rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Namun golongan muda mendesak agar tanggal 16 Agustus 1945  Khutbah Proklamasi Kemerdekaan segera dilaksanakan. Kemudian dini hari tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda mengadakan rapat di Asrama Baperpi, Jalan Cikini 71 Jakarta dengan keputusan untuk membawa Bung Karno dan Bung Hatta keluar kota agar tidak terkena pengaruh Jepang.

Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno-Hatta diculik oleh Soekarni, Yusuf Kunto, dan Syodanco Singgih ke Rangasdengklok. Pada sore harinya, Ahmad Soebarjo memberi jaminan bahwa selambat-lambantnya esok hari tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta akan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 akhirnya Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dan mulai saat itu Indonesia di akui oleh berbagai negara dan dinyatakan MERDEKA.

Pada blog kali ini saya akan sedikit menuliskan contoh teks khutbah jumat tentang Syukuran Kemerdekaan, dan berikut adalah ulasannya :

Contoh Teks Khutbah Jumat - Syukuran Kemerdekaan


Khutbah awal

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنفسِــــيْ بِتَقْوَى اللهِ وطاعَتــِـه، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ 

Hadirin jamaah jumat rahimakumullah

Pada masa pergolakan politik indonesia di era Orde Lama, Bung Karno pernah melontarkan istilah JASMERAH, artinya jangan sekali-kali melupakan sejarah. Istilah tersebut digunakan untuk menumbuhkan kesadaran rakyat bahwa bangsa Indonesia ini tegak diatas pengorbanan para pahlawan yang telah mengorbankan harta, jiwa, dan raganya. Dengan istilah itu pula Bung Karnoingin membangkitkan semangat perjuangan pada penerus bangsa untuk membangkitkan semangat perjuangan pada penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai perjuangan dan pengorbanan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Setiap kita memperingati hari kemerdekaaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau Hari Pahlawan, maka bayangankita akan terisi dengan gambaran perjuangan para pahlawan yang dengan gigih merebut kemerdekaan dari para penjajah. Dari sekian banyaknya para pemimpin perjuangan rakyat Indonesia, sebagian besar dari mereka adalah para pemimpin umat yang beragama islam. Bahkan diantaranya adalah para ulama yang juga giat mengajarkan dan mendakwahkan Islam.

Mengapa para ulama dan pemimpin umat berani berjuang dan rela mengorbankan apa saja yang mereka miliki untuk meraih kemerdekaan? Tidak lain karena umat islam yang menyuruh Umatnya untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan munkar, atau bisa disebut amar ma’ruf nahi munkar. Hal tersebut sesuai dengan perintah Alloh ta’ala di dalam QS.Ali-Imran[3]:104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya : “Dan hendaklah ada dia antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”.

Yang dimaksud dengan perbuatan ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Alloh , sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari padanya. Anjuran alloh tersebut diulang dan dipertegas lagi di ayat 110.

Kemampuhan doktrin islam dalam amar ma’ruf nahi munkar yang dalam hal  ini membela rakyat tertindas serta melawan penindasan penjajah belanda, telah disadari oleh pemerintah kolonial Belanda. Karena itu adalah wajar apabila dalam rangka mempertahankan kekuasaannya penguasa kolonial Belanda mencurigai setiap kekuatan Islam yang terorganisir. Hampir seluruh pemberontakan terhadap penguasa Belanda di Nusantara ini terus menerus digerakan oleh semangat Islam yang tidak pernah tinggal diam melihat penindasan dan kemunkaran lainnya.

Mari mengenal peristiwa Batavia dikepungan digempur oleh Sultan Agung (1613-1645), perang Makasar (1633-1669), Perang Trunojoyo dan Karaeng Dalesong (1675-1680), Perang Palembang (1818-1821), Perang Paderi (1821-1832), Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Banjar (1854-1864), Perang Aceh (1875-1903), serta banyak lagi perlawanan dan pemberontakan kecil yang tidak disebutkan dalam sejarah. Dalam bermacam peperangan ini telah tertawan dan gugur sebagai pahlawan bangsa serta syuhada karena jihad fi sabilillah, tokoh-tokoh seperti Sultan Hasanuddin, Trunojoyo, Karaeng Galesong, Untung Suropati, Pangeran Antasari, Pangeran Hidayatulloah, Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh, Panglima Polem, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku  Umar, Cut Nyak Dien, dan ribuan pengikut-pengikutnya yang tidak bisa disebut satu persatu.

Para pejuang Islam tidak mengenal rasa takut dalam berjuang melawan penjajah, meskipun nyawa taruhannya. Para pejuang Islam meyakini bahwa peperangan melawan penjajah yang notabene orang Non Islam (Kapir), maka peperangan itu sama saja dengan jihad fi sabilillah. Ulama menekankan keutamaan jihad di jalan Alloh dan pahala yang akan diterima jika seseorang menemui ajalnya dalam peperangan. Pejuang yang gugur akan mendapatkan derajat dan pahala mati syahid. Ingtalah firman Alloh dalam QS.Ash-Shaff[61], 10-13:
   
. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ .لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً. فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
 
Artinya :10. “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?” 11. “(yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan RasulNya dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwa mu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” 12. “Niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukanmu kedalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” 13. “Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Alloh dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.”

Beberapa ayat diatas dan berbagai ayat lain yang menjelaskan keutamaan jihad di jalan Alloh telah mendorong para pejuang untuk lebih semangat lagi melawan para penjajah. Namun memang para penjajah yang menghalalkan berbagai taktik perang, akhirnya mampu jufga mematahkan perlawanan para pejuang tersebut. Setelah berbagai perlawanan rakyat dipadamkan,maka pada giliran berikutnya pemerintah kolonial Belanda berusaha memojokkan peranan Islam di bidang politik untuk mencegah perlawanan rakyat.

Pada perang Aceh (1875-1903), kas Hindia Belanda nyaris bangkrut. Penyelesaian perang Aceh yang berlarut-larut adalah penyebabnya. Perang itupun merupakan beban yang cukup berat bagi pemerintah kolonial belanda. Oleh karena itu, pemerintah kolonial belanda meminta penasehat militernya, Snouck Hurgronje, untuk memberikan masukan agar perang Aceh segera diselesaikan. Sebagaimana ditulis Siti Soemandari Soeroto (dalam Kartini sebuah Biografi), “Menurut keyakinan snouck, golongan yang paling prinsipil menentang penjajahan Belanda ialah golongan Islam, teristimewa golongan santri. Maka dalam konsepsinya menyelesaikan Perang Aceh ia juga menyarankan supaya pemimpin-pemimpin golongan islam dikejar-kejar terus, jangan diberi ampun. Sebaliknya, golongan adat atau feodal, kaum teuku supaya diberi hati dan dirangkul. Konsepsi itu tidak hanya untuk Aceh, melainkan untuk seluruh Hindia Belanda, juga untuk Jawa.”

Hadirin Rahimmakumullah

Tidak ada kekuatan yang paling ditakuti pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia ini kecuali kebangkitan Islam yang didukung oleh rakyat. Ahli-ahli orientalis Belanda sudah lama tau bahwa kebangkitan Islam berarti bangkitnya kesadaran rakyat untuk membebaskan diri dari penindasan, ini berarti perlawanan terhadap penjajah. Pemerintah Kolonial Belanda dari pengalamannya sadar bahwa tidak bisa memisahkan antara militansi perlawanan rakyat peribumi dengan islam. Islam dan rakyat Indonesia seperti ruh dengan badan. Islam dan rakyat Indonesia merupakan suau hal yang tidak bisa dipisahkan.

Setelah era perjuangan fisik berlangsung, maka para pejuang muslim mulai menggunakan sarana pergerakan atau organisasi modern untuk menyuarakan aspirasinya. Pada awal abad ke-20 kita mengenal Boedi Oetomo, namun sesungguhnya pergerakan yang didirikan pada tahun 1908 ini, hanya berpengaruh dikalangan kaum intelektual Jawa, dan hanya mempunyai cabang-cabang di pulau Jawa saja. Kondisi tersebut berbeda dengan Sarekat Islam yang dipimpin HOS Cokroaminoto pada1911 adalah merupakan kelanjutan dari Sarekat Dagang Islam yang didirikan Haji Samanhudi pada tahun 1905.

Sungguh harus disadari bahwa Islam memang merupakan mayoritas sejati di Indonesia, terbukti pada kongres Central Sarekat Islam di Bandung yang berlangung dari tanggal 17-24 juni 1916. Kongres dihadiri oleh 16.000 orang, yang terbagi dalam 80 utusan dari seluruh Nusantara. Baru pertama kali dalam sejarah Pergerakan Nasional Rakyat Indonesia, bangsa Indonesia dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di suatu tempat. Menurut Drs Masyhur Amin dalam “Saham HOS Tjokroaminoto dalam kebangunan Islam dan Nasionalisme di Indonesia” antara lain menuliskan : “Pada kongres Central Sarekat Islam di Bandung tahun 1916 itu pahlawan Nasional HOS Tjokominoto berpidato dengan  bahasa Melayu (Indonesia) yang tekanannya pada kesadaran dan kebebasan negeri ini secara politis dan penjajahan asing, antara lain ia berkata : “Kita cinta bangsa sendiri dan dengan kekuatan ajaran agama kita, agama Islam, kita berusaha untuk mempersatukan seluruh bangsa kita atau sebagian besar dari bangsa kita.”

Hadirin Rahimakumullah

Dengan kita mengenang perjuangan pejuang Islam dalam merebut kemerdekaan pada masa lalu, maka kita akan sangat menghormati jasa-jasa mereka. Memang tidak semua pahlawan adalah muslim, namun dari sekian pejuang muslim yang ada, mereka telah digerakan oleh semangat suci, yaitu amar ma’ruf nahi munkar. Semangat tersebut membulat dalam sebuah perjuangan melawan kedzaliman yang disebut jihad fii sabilillah yang telah Alloh janjikan padanya pahala yang tiada terkira. Sungguh kesemuanya itu akan dapat menggerakan kesadaran akan tanggung jawab kita untuk mengisi kemerdekaan ini dengan amal terbaik, yaitu amal yang mulia di hadapan Alloh dan bermanfaat bagi umat manusia. 

Khutbah Tsani 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh teks khutbah jumat syukuran kemerdekaan. terimakasih telah berkunjung ke blog kami, semoga apa yang kami tulis bisa bermanfaat bagi anda yang membaca terutama bagi anda yang membutuhkan khutbah idul adha terbaru dan lengkap silakan di baca. Terimakasih

Teks Khutbah Jumat Singkat Padat Terbaru

Teks Khutbah Jumat Singkat - Mencari rejeki dari jalan yang halal merupakan hal yang sangat mulia, namun tidak sedikit yang mencari jalan pintas yang mereka anggap pantas sehingga terjerumus kepada yang haram. Alhasil, rejeki yang ia dapat bukan membawa berkah malah membawa malapetaka.

Allah SWT memerintahkan kita mencari rejeki yang halal agar makanan yang yang kita konsumsi menjadi halal. Kenapa demikian? Allah SWT menyuruh memakan makanan yang halal lebih dahulu baru kemudian melakukan perbuatan yang shaleh karena tidak diterima akan amalan seseorang melainkan dengan memakan yang halal dan memakai pakaian yang didapat melalui cara yang halal.

Sabda Nabi: barangsiapa yang membeli kain dengan sepuluh dirham dan ada di dalam harganya satu dirham yang haram niscaya Allah tidak menerima akan shalatnya selama ia menggunakan kain itu. Berikut ini kami akan menuliskan contoh khutbah jumat tentang “Harta halal dan keberkahan hidup”.contoh teks khutbah jumat dan masih bayak lagi contoh khutbah lainnya.

Contoh Naskah Khutbah Jumat Singkat Lengkap

Khutbah 1

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ
  سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Jamaah jumah rahimakumullah

Betapa banyak Alloh SWT. Telah memberikan nikmat dan karunia-Nya kepada kita, baik berupa, kesehatan, kesempatan, kesadaran, kemauan harta, makanan, bahkan nikmat iman dan islam. Kita bereharap  agar dengan semua nikmat itu, kita bisa membalas dengan melakukan ibadah atau mengabdi kepada Alloh, baik melalui ibadah-ibadah wajib maupun sunah. Semoga ibadah-ibadah kita diterima disisi Alloh SWT. Amin ya Rabbal ‘alamin

Hadirin sidang jumah rahimakumullah

Siapapun tidak akan pernah mampu menghitung nikmat Alloh yang diberikan kepada manusia. Namun, banyak diantara manusia bahkan mungkin diri kita sendiri termasuk orang-orang yang enggan mempercayai nikmat Alloh tersebut. Dalam QS. Ar-rahman, berkali-kali Alloh memberi tantangan kepada orang-orang yang tidak mempercayai nikmat dan karunia yang diberikanNya kepada umat manusia, dengan kalimat :

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Artinya: “Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS.Ar-Rahman [55]:13)
Alloh yang maha pemurah, memang karunia menjadikan bumi dan langit serta isinya, sebagai nikmt dan untuk manusia. Semuanya boleh dimanfaatkan dan dinikmati oleh manusia. Semua makanan dan minuman  boleh dinikmati oleh manusia, kecuali hanya beberapa saja yang diharamkan. Begitu pemurahnya Alloh, sehingga jumlah makanan dan minuman yang dihalalkan jauh lebih banyak dibanding yang diharamkan.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “Dia-lah, yang menjadikan segalal yang ada di bumi untuk kamu dan dia Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu".
(QS. Al-Baqarah [2]:29)

Dari ayat diatas, kita memahami bahwa Alloh memberikan keleluasan kepada manusia untuk menikmati seluruh isi bumi dan langit, tentu sejauh masih dalam rambu-ra,bu ketentuan yang di buat-Nya.

Memang Alloh menciptakan manusia untuk menyembah kepadaNya, nammun manusia tidak boleh melalaikan kebutuhannya di dunia. Artinya harus ada keseimbangan antara waktu untuk ibadah dan waktu untuk bekerja mencari rezeki dan karunia Alloh. Hal tersebut jelas di sebutkan dalam al-Qur’an surat al-Jum’ah [62]: 9-10) :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Alloh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.(9). “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Alloh dan ingatlah Alloh banyak-banyak supaya kamu beruntung”(10).

Hadirin jamaah jumat rahimakumullah

Salah satu cara mensyukuri nikmat Alloh yang terbentang diseluruh jagat raya ini adalah dengan mengupayakan dan memanfaatkan harta dengan cara yang halal dan baik, tidak dengan menipu dan tidak mendzalimi orang lain, tidak juga dengan menilep dan seenaknya mengkonsumsi harta-harta syubhat dan tentunya tidak dengan korupsi.

Cara mendapatkan harta secara halal merupakan prinsip dasar kita dalam memenuhi kebutuhan duniawi kita, terlebih di tengah-tengah masyarakat yang penuh persaingan dan berkembangnya aneka kebutuhan hidup. Persaingan hidup yang ketat membuat kita buta dalam mencari cara mendapatkan harta yang halal. Padahal kerja keras dengan tangan sendiri, meskipun hanya menghasilkan sesuatu yang sedikit, itu lebih baik dari pada harus menempuh cara yang bathil. Rasulullah SAW bersabda: dari Wa’il dari Juma’i ibn ‘Umar, Rasulullah ditanya tentang pekerjaan yang paling utama. Beliau menjawab: (yaitu) jual beli yang baik dan pekerjaan seseorang dengan jerih payah tangannya sendiri. (HR. Ahmad ibn Hanbal).

Kita harus meyakini bhwa rezeki sudah ada takarannya di tangan Alloh SWT. Kewajiban manusia hanya berusaha, tetapi yang menentukan hasilnya hanyalah Alloh SWT. Bahkan, seseorang tidak akan mati sebelum jatah rezekinya diterimakan kepadanya oleh Alloh. Demikian pula, Alloh tidak mengenal salah dalam pencapaian rezeki dengan jalan yang diridhai Alloh SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “sesungguhnya salah satu kalian tidak akan mati sehingga rezekinya sudah sempurna, maka jangan menganggap rezeki itu lamban, bertakwalah kepada Alloh wahai manusia, dan berbaiklah dalam mencapai rezeki. Ambilah yang halal dan tinggalkanlah yang haram.” (HR.Hakim)

Dari uraian hadist ini, kita memahami bahwa tidak ada gunanya menyesali bagian rezeki yang kita terima. Kewajiban kita adalah hanya berusaha atau berikhtiyar mencari anugerah Alloh. Adapun berhasil atau tidaknya adalah urusan Alloh SWT. Tidak ada yang sulit bagi Alloh, apalagi sekedar memberi rezeki kepada hamba-Nya  yang dikehendaki, sebagaimana tidak sulit bagi-Nya menutup rezeki seorang hamba.

Ciri-ciri dari harta yang halal yang dapat mebawa keberkahan bagi kehidupan kita antara lain (menurut Dr. Yusuf Qardhawi):
  • Tidak bekerja di tempat atau pekerjaaan yang terkait dengan barang yang haram. Misalnya, khamr itu haram, maka setiap pekerjaan yang terkait dengan khamr adalah haram dan karenanya harta yang diperoleh dari pekerjaan tersebut menjadi haram.
  • Tidak mencari pekerjaaan dengan jalan curang, seperti menyuap ketika mendaftar pekerjaan.
  • Jujur dalam bekerja dan tidak melakukan kecurangan, khususnya di dalam sebuah perdagangan. 
  • Terkait dengan peraktik riba atau pembebanan bunga pinjaman yang sedemikian besar sehingga memberatkan peminjam, contohnya adalah rentenir. Sungguh Alloh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba
 (QS al-Baqarah [2]: 275).

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.
  • Mendzalimi rekan kerja, baik dalam perdagangan, pertanian, industri atau bahkan persaingan kerja di kantor. Alloh berfirman dalam QS al-Baqarah [2], 188:
وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya   “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di anatara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari pada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”
  • Melakukan korupsi di tempat ia bekerja. Masalah inilah yang saat ini sedang menyakiti negara kita secara kronis dan karenanya menjadi perhatian yang serius oleh banyak pihak, khususnya umat islam.

Hadirin rahimakumullah

Sudah bukan rahasia lagi bahwa peraktik korupsi telah merajalela dimana-mana, disetiap lini kehidupan masyarakat kita. Penyalah gunaan kekuasaan, penggelapan dana atau penyelewengansubsidi untuk rakyat, manipulasi anggaran belanja negara maupun realisasi alokasinya, selalu mewarnai pemberitaan berbagai media masa atau bahkan sudah kita jumpai secara langsung dilingkungan kerja kita sendiri.korupsi nampaknya sudah dilakukan oleh sebagian masyarakat kita secara masif dan berjamaa’ah. Namun, korupsi sudah laksana hantu yang diyakini ada, tetapi sulit dibuktikan. Ini karena, korupsi sudah berjalan secara sistematik dan membudaya, mulai dari tingkat atas sampai tingkat bawah, dilingkungan pemerintah maupun swasta.

Bila hal ini kita biarkan, niscaya Alloh SWT. Akan menurunkan musibah dan cobaan, bukn hanya kepada orang yang bebuat zalim dan korpsi saja, tetapi kepada semua kita yang berada di lingkungannya. Oleh sebab itu, dengan jalan apapun kita wajib membentengi diri kita, keluarga kita, lingkungan kita dari perilaku korupsi yang merugikan banyakorang itu. Marilah kita mencari makanan, harta, uang dan rezeki lainnya yang halal dan dengan cara-cara yang halal pula. Alloh akan memberikan cahaya dan hikmah dalam hati kita, sehingga kita bisa menjalani kehidupan ini dalam naungan keridlaaan-Nya.

Khutbah 2

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Terimakasih telah berkunjung kealamat blog kami, semoga contoh teks khutbah jumat lengkap yang kami tulis bisa bermanfaat bagi anda yang membaca. Terutama yang menginginkan khutbah pendek sudah kami buat silakan di baca. Terimakasih 

Kumpulan Contoh Khutbah Jumat Terbaru Terlengkap

Contoh Khutbah Jumat Terbaru Terlengkap – Pada saat ini perjudian telah semakin maraknya terjadi di indonesia, bahkan tidak hanya di indonesia saja perjudian juga telah terjadi di seluruh penjuru dunia. seiring dengan kemajuan zaman kadang terdapat bentuk-bentuk perjudian yang cangggih yang tidak mudah dideteksi oleh polisi apalagi masyarakat.

Terkadang perjudian ini berkedok permainan ketangkasan, hobi pertandingan (judi bola), atau bahkan berkedok kegiatan sosial tertentu. Akhir-akhir ini muncul lagi salah satu bentuk perjudian yang marak di berbagai televisi dalam negeri yaitu perjudian berkedok kuis SMS (short message service) berhadiah.

Contoh Khutbah Jumat Terbaru Terlengkap - Perjudian Gaya Baru Di Masyarakat


Berikut ini kami akan menuliskan contoh khutbah jumat lengkap tentang Perjudian Gaya Baru di Masyarakat. Contoh Khutbah Jumat ini sangatlah cocok dibawakan oleh khotib yang ingin menghentikan perbuatan judi di masyarakat

Khutbah kesatu:

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Segala puja dan puji hanya milik Alloh, rabb semista alam yang telah menciptakannya dengan penuh keseimbangan dan kesempurnaan, karenanya agama Islam yang sempurna ini sudah selayaknya kita yakini dan amalkan. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, karena berkat perjuangan beliaulah syiar dakwah islam dapat kita terima sehingga dapat membawa kita keluar dari zaman kebodohan (jahiliyah) menuju zaman terang benderang dalam naungan islam.

Dengan kesempurnaannya itulah, maka sudah seharusnya kita semua sebagai umat islam meyakini kebenaran islam, kemudian memahami kandungan ajarannya lalu melaksanakan apa saja yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang dilarangnya. Untuk melaksanakan perintah, relatif manusia tidak mengalami hambatan yang lebih besar dibanding usaha untuk menjauhi larangan Alloh.

Maksudnya, ketika umat islam diperintah shalat, puasa maupun zakat, secara umum orang akan bisa melaksanakannya karena ibadah itu relatif “tidak terlalu berat” untuk dilakukan. Adapun ibadah haji hanya diperintahkan kepada umat islam yang mampu saja. Hal tersebut berbeda dengan usaha menjauhi larangan Alloh, karena biasanya yang dilarang itu adalah bsesuatu yang menyenangkan atau sudah biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat. Tentu saja meninggalkan sesuatu yang menyenangkan itu bukan hal yang mudah jika bukan karena kekuatan iman dan islam.

Namun sebebnarnya tidak terlalu banyak hal yang dilarang dalam agama ini. Beberapa hal dilarang tersebut dapat kita temukan di dalam firmannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

90. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”  91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu,dan menghalangi kamu mengingat Alloh dan sembahyang , maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)" (QS.al-Maaidah [5]:90-91).

Maksud dari al-azlaam adalah anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil 3 buah anak panah yang belum pakai bulu. Setelah ditulis masing-masing yaitu dengan, lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam ka’bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci ka’bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Kalau terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi.

Pada ayat diatas, salah satu hal  yang dilarang oleh Alloh adalah berjudi, karena ia adalah termasuk perbuatan syetan. Ternata praktik judi bukanlah fenomena akhir-akhir ini saja, namun ia sudah dilakukan orang sejak masa lalu. Tentu saja bentuk dan caranya berbeda disetiap masa dan tempat dimana manusia tinggal. Tapi prinsip-prinsipnya adalah sama. Menurut para ulama unsur-unsur judi yang membuatnya menjadi haram adalah:
  • Maysir yaitu mengundi nasib dimana penjudi akan berharap-harap cemas memperoleh hadiah besar dengan cara mudah. Penjudi tinggal mengikuti cara permainan yang biasanya mudah, dan jika beruntung maka hanya dengan sejumlah uamg tertentu maka ia akan mendapatkan hasil berlipat ganda.
  • Tabdzir yaitu berbagai bentuk perjudiancenderung membentuk perilaku mubadzir yang menyia-nyiakan harta dalam kegiatan yang berunsur maksiat/haram. Terkadang sejumlah uang keluarga yang rencananya akan digunakan  untuk membayar biaya sekolah sang anak atau keperluan lain, ternyata malah digunakan secara mubadzir oleh bapaknya untuk berjudi. Naudzubillah
  • Gharar yaitu permainan yang tidak jelas (bersipat mengelabui), dimaksudkan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya oleh produsen/penyedia jasa melallui trick permainan. Biasanya di dalam satu permainan judi, hanya akan terdapat satu atau sebagian kecil pemain yang menang sedangkan yang lainnya akan kalah dan rugi. Disinilah sering muncul aksi penipuan atau pengelabuhan untuk keuntungan peribadi sebagian penjudi.
  • Dharar yaitu membahayakan orang lain akibat dari permainan judi terselubung yang menyesatkan dengan pemberian hadiah kemenangan diatas kerugian dan kekalahan yang di derita oleh peserta lain. Sudah banyak bukti atau fakta orang-orang yang jatuh miskin karena kecanduan judi, bahkan terjerat utang yang tak mampu ia lunasi. 
  • Ighra’ yaitu membuat angan-angan kosong dimana penjudi dengan sendiriannya akan berfantasi-ria mengharap dapat hadiah yang mneggiyurkan dari kemenangannya. Akibatnya, menimbulkan mental malas bekerja karena untuk mendapatkan hadiah tersebut dengan cukup menunggu pengumuman. Ishraf yaitu pemborosan, dimana penjudi mengeluarkan uang diluar kebutuhan yang wajar. 
وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
 
Artinya:“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkn (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS. Al-Isra [17]: 26-27)

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: “Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]:31)

Hadirin jamaah jum’ah rahimakumullah

Mengapa judi dilarang oleh agama? Bahkan pemerintah indonesia? Sudah pasti karena judi membawa kemadharatan atau keburukan bagi pelakunya dan orang-orang disekitarnya. Beberapa dampak negatif yang timbul dari perjudian tersebut adalah:
  • Pelaku judi menjadi terbuai oleh angan-angan akan kemenangan dan gelimang harta, padahal bila mau dihitung, berapa kalli ia main judi lalu berapa kali ia menang dan berapa kali ia kalah.
  • Terganggunya keuangan keluarga, karena anggaran rumah tangga untuk suatu kebutuhan akan dapat dikalahkan oleh keinginan untuk berjudi. Apabila seseorang telah terjerat utang, maka kebangkrutan keuangan telah ada di depan mata.
  • Keharmonisan  keluarga akan terganggu, menjadi rusak dan hancur.
  • Seringmemunculkan masalah-masalah sosial (kriminal). Ketika seseorang sudah ketagihan berjudi, maka kalau ia tidak segan-segan untuk berbuat kriminal seperti mencuri, merampok atau menjambret.
  • Yang pasti serang penjudi akan mendapat dosa atas pelanggaran ajaran agama yang ia lakukan.
Demikian tadi beberapa dampak negatif dari perjudian yang marak di masyarakat. Namun, seiring dengan kemajuan zaman kadang terdapat bentuk-bentuk perjudian yang cangggih yang tidak mudah dideteksi oleh polisi apalagi masyarakat.

Hadirin jamaah jum’ah rahimakumullah

Marilah kita menjaga setiap amalan yang kita lakukan agar terhindar dari berbagai perbuatan maksiyat kepada Alloh SWT. Khusus terkait dengan perjudian, sungguh kita telah mengetahui dampak buruk yang dapat ditimbulkannya. Sekarang tinggal kita semua umat islam mewaspadai munculnya berbagai bentuk perjudian gaya baru di masyarakat.  Marilah kita didik keluarga kita, istri, anak dan masyarkat disekitar kita agar terhindar dari bahaya judi dan efek-efek negatifnya.
khutbah kedu:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

  
Itulah contoh khutbah yang dapat kami tuliskan, mohon maap jika terdapat kesalahan dalam menulis. Dan jangan lupa untuk terus berkunjung ke halaman blog kami untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan teks khutbah jumat singkat yang sangat lengkap. Terimakasih

Contoh Khutbah Jumat Pendek Terbaru

Khutbah Jumat Singkat - Takwa, seperti galibnya istilah popular yang lain, sudah dianggap maklum, karenannya jarang orang yang merasa perlu membicarakannya lebih jauh. Secara sederhana takwa dapat diartikan sebagai sikap waspada dan hati-hati. Hati-hati menjaga agar tidak ada perintah Alloh yang kita abaikan. Hati-hati menjaga agar tidak ada larangannya yang kita langgar.

Hati-hati menjaga agar dalam melaksanakan perintah-perintah Alloh dan menjauhi laranganNya. Pada blog sederhana ini kami akan menuliskan contoh khutbah jumat lengkap tentang menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangannya (takwa) dan menghindari sikap berlebihan. berikut adalah ulasan tentang contoh khutbah jumat tentang "Takwa dan menghindari sikap berlebihan".

Contoh Khutbah Singkat Lengkap Terbaru - Takwa Dan Menghindari Sikap Berlebihan


Khutbah awal


اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا   أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
    
Hadirin sekalian rahimakumullah

Pada saat ini, ungkapan rasa syukurlah yang patut kita sanjungkan ke haribaan Alloh SWT, karena hanya dengan hidayah dan maunahNya kita sekalian berkemampuan dan berkemauan untuk hadir di mesjid ini dengan ikhlas semata-mata didasari oleh rasa kepasrahan diri pada Alloh.

Hadirin rahimakumullah

Melalui mimbar jum’at kali ini, kami berwasiat kepada diri kami sendiri dan seluruh jamaah jum’at yang berkumpul di mesjid ini. Marilah kita semua senantiasa mempertebal keimanan dan ketaqwaan  kita pada Alloh SWT. Sering sekali Alloh menegaskan bahwa orang-orang yang bertaqwa kepadaNya pasti akan mendapatkan tempat yang layak, pasti akan mendapatkan kedudukan yang mulia disisi-Nya, pasti akan mendapatkan kemenangan, pasti akan mendapatkan ketenangan batin, dan masih banyak lagi janji Alloh kepada mereka yang mampu berpegang teguh  terhadap taqwa ini dalam hidupnya.

Beberapa ayat al-Qur’an yang mengandung pesan-pesan taqwa ini dapat kami sebutkan, umpamanya:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ
 
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman”. (QS.Ad-Dukhan[44]:51)

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan kenikmatan” (QS.Ath-Thur [52]: 17)
وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: “Dan Alloh menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa karena kemenangan mereka, mereka tiada di sentuh oleh azab (neraka) dan tidak pula mereka berduka cita” (QS.Az-Zumar[39]:61)

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka di timpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Alloh, maka ketika itu pula mereka melihat kesalahan” (QS.Al-A’raf[7]:201)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menyebutkan tentang taqwa ini. Kita sudah tidak bisa lagi menghitung seberapa sering mendengar istilah taqwa tersebut.

Hadirin jamaah jumat rahimakumullah

Takwa, seperti galibnya istilah popular yang lain, sudah dianggap maklum, karenannya jarang orang yang merasa perlu membicarakannya lebih jauh. Secara sederhana takwa dapat diartikan sebagai sikap waspada dan hati-hati. Hati-hati menjaga agar tidak ada perintah Alloh yang kita abaikan. Hati-hati menjaga agar tidak ada larangannya yang kita langgar. Hati-hati menjaga agar dalam melaksanakan perintah-perintah Alloh dan menjauhi laranganNya.

Dan tidak kalah penting dari itu semua adalah kehati-hatian menjaga keikhlasan kita. Kita perlu waspada dan hati-hati menjaga agar pelaksanaan perintah Alloh maupun penghindaran dari laranganNya, semata-mata karena Alloh.

Kita hidup untuk beribadah, dan kita beribadah semata mengharap ridha Alloh dan bukan mencari ridha dan kepuasan diri sendiri. Dalam ibadah Mahdhah atau yang bersifat ritual, seperti sholat, berpuasa, dan sebagainya, ketulusan mencari ridha Alloh ini mugkin relatif  lebih mudah dibanding ibadah yang bersifat sosial, seperti berbuat baik kepada sesama misalnya. Oleh karenanya sudah sewajarnyalah apabila kita lebih berhati-hati dan mewaspadai ketulusan batin kita dalam hal melakukan ibadah yang bersifat sosial itu.

Misalnya dalam melaksanakan ibadah sosial ingin memperbaiki keadaan dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air, untuk menciptakan Indonesia baru yang lebih baik, kita perlu juga mewaspadai niat batin kita. Kita perlu bertanya pada diri kita sendiri, untuk apa sebenarnya kita berjuang. Kita berjuang untuk tanah air demi mendapatkan ridha Alloh, ataukah sekedar untuk memuaskan nafsu dan kepentingan kita atau kelompok kita sendiri?

Getir rasanya dan sekaligus geli kita mendengar banyak orang yang meneriakkan  slogan-slogan mulia, seperti alkhlakul karimah, ukhuwwah islamiyah, membangun masyarakat yang beradab, dan lain sebagainya, namun dalam pada itu mereka sekaligus bersikap dan berperilaku yang tidak berakhlak, menebarkan permusuhan di antara sesama saudara. Hanya karena berbeda paham, kemudian saling menghancurkan.

Alangkah tertipunya mereka yang merasa diri dan bahkan  mengaku-ngaku berjuang demi hal-hal yang mulia, seperti demi agama dan demi negara, tapi tindak-tanduknya justru menodai kemuliaan itu sendiri. Bahkan ada yang naudzubillahi  meneriakan asma Alloh sambil memperlihatkan keganasannya kepada sesama hamba Alloh.

Hadirin sekalian rahimakumullah

Setiap hari kita bekerja di kantor. Untuk apa sebenarnya kita bekerja di kantor itu? Apakah kita bekerja itu hanya untuk semata-mata mendaptkan uang dan materi, lalu kita tumpuk, dan kemudian kita menikmati kesenangan  dari materi yang kita tumpuk tersebut atas nama hawa nafsu? Atau kita bekerja atas nama Alloh, atas nama pengabdian kepada yang Maha Pemberi pekerjaan ini. Kita mesti hati-hati dan waspada dalam meletakan niat untuk mensikapi pekerjaan ini.

Maka, dalam konteks ini , mereka yang bertakwa adalah mereka yang selalu mengembalikan persoalan kepada Alloh SWT.

Menyandarkan diri sepenuhnya kepada Alloh. Segala urusan dan persoalan yang sedang mereka hadapi dan bahkan yang merasa mereka emban sepenuhnya di atas namakan Alloh. Bukan atas nama nafsu mereka. Orang yang demikian ini insya Alloh akan dapat mengedalikan emosinya ketika berhadapan dengan sesuatu yang kebetulan tidak cocok dengan apa yang mereka maui.

Pada sisi yang lain, insya Alloh akan selalu takut melakukan penyelewengan karena merasa ada pertanggung jawabannya terhadap apa yang mereka lakukan di dunia.

Rasanya kita perlu membiasakan diri untuk selalu mengembalikan kepada Alloh SWT. Maka, kita apat dengan lebih mudah berlaku adil dan istiqamah, dapat memandang sesuatu tetap dalam panduan akal sehat karena penyandaran diri pada Alloh SWT tersebut. Insya Alloh itulah makna taqwa yang terbalas kenikmatan sperti yang di janjikan oleh Alloh seperti beberapa ayat Al-Qur’an di atas. Semoga bermanfaat.

Khutbah ke-Dua


 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh khutbah jumat pendek yang dapat kami tulis, mohon maap jika terdapat kesalahan dalam menulis.  semoga bermanpaat. Dan jangan lupa untuk terus berkunjung ke blog kami, untuk mendapatkan informasi seputar teks khutbah singkat dan lainnya. Terimakasih

Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat

Khutbah Jumat Pendek - Aliran sesat kini telah semakin maraknya terjadi di indonesia, bahkan tidak hanya di indonesia saja aliran sesat juga telah terjadi di seluruh penjuru dunia, maka dari itu kita sebagai umat muslim hendaklah kita untuk berhati-hati dengan aliran sesat tersebut. Jangan sampai kita terjerumus kepada aliran sesat tersebut.

Dan perlu kita ketahui, hanya orang-orang yang keimanannya rendah yang akan terjerumus kepada aliran sesat. Dengan demikian kita harus lebih giat lagi meningkatkan keimanan kita terhadap Alloh SWT , agar kita tidak terpeleset kepada aliran sesat yang akan mampu menuntun kita kepada siksa api neraka. Naudzubillah min dzalik

Contoh Khutbah Jumat Singkat Lengkap Penjelasan - Bahaya Aliran Sesat


Berikut ini saya akan menuliskan contoh khutbah jumat singkat tentang waspadai aliran sesat. Khutbah ini bisa digunakan kapan saja waktunya apalagi pada waktu tertentu dengan topik yang bersangkutan.

Khutbah ke-1 

اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالأزْلامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Hadirin jamaah jum’at rahimmakumullah

Segala puji hanya bagi Alloh SWT yang telah menyempurnkan agama islam untuk dianut oleh umat manusia, sungguh islam merupakan nikmat terbesar bagi manusia. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga kita akhir zaman. Sungguh, berkat jasa beliaulah islam yang mulia ini dapat tersebar luas dan kita anut hingga saat ini dan hingga akhir hayart kita nanti. Amiin.

Kesempurnaan  agama islam secara tegas diterangkan oleh Alloh SWT di dalam Al-Qur’an surat al-Maidah(5),3:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالأزْلامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah ku ridhai islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Kesempurnaan islam yang secara tegas disebutkan oleh Alloh tersebut memberikan pemahaman bahwa ajaran islam sudah tidak membutuhkan tambahan, revisi atau perbaikan dari manusia. Kita sebagai umat islam tinggal mempelajari dan memahami ajaran islam dengan baik untuk kemudian mengamalkannya. Singkat kata, untuk segala hal masalah keagamaan, kita hanya diperintah mengikuti apa yang telah Nabi lakukan, khususnya dalam hal ibadah, sebagaimana sabda Nabi,

“Sholatlah kamu sebagaimana engkau melihat aku sholat”.

Hadirin yang berbahagia, disaat sebagian besar umat islam memiliki kesadaran yang besar untuk menuntut ilmu agama islam, ternyata setiap forum kajian atau majelis ilmu mengajarkan ilmu keislaman secara baik dan benar. Maksud dari ilmu yang baik dan benar adalah ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan al-hadist serta mengikuti pemahaman jumhur (kesepakatan sebagian besar) ulama. Pada kenyataannya terdapat sebagian kecil majelis ilmu yang mengajarkan pemahaman islam secara salah, dalam artian menyimpang jauh dari pemahaman sebagian besar umat islam.
Penyimpangan pemahaman keislaman seperti inilah yang akhir-akhir ini disebut sesat, dan kelompok yang mengajarkannya disebut dengan “aliran sesat” . dapat kita ingat kasus ajaran salamullah Lia Eden, Al Qiyadah Al islamiyah ala Ahmadiyah.

Sesungguhnya di dalam tubuh umat islam sendiri terdapat pemahaman keagamaan yang tidak semuanya sama. Coba kita amati bersama, apakah setiap gerakan sholat kita sama dengan muslim yang lain? Ketika sholat terawih, apakah jumlah rakaatnya sama semuanya? Bahkan pada hari raya idul fitri, apakah semua umat islam melaksanakan pada hari yang sama? Kenyataannya tidak selalu sama. Namun demikian, perbedaan yang terjadi bukanlah pada masalah pokok agama (akidah dan ajaran pokok) ini serta masing-masing pihak yang berbeda memiliki dalil nash  yang melandasi amal yang dilakukannya. Untuk kondisi tersebut, maka ia tidaklah disebut sebagai aliran yang sesat.

Biasanya, sebuah majelis ilmu atau kelompok kajian disebut sesat jika terdapat ajaran yang menyimpang dari sisi akidah. Namun dalam praktik di lapangan, tentu kita tidak akan mengidentifikasi kelompok mana saja yang termasuk sesat jika hanya mengandalkan satu ukuran itu. Karena itu, majelis ulama indonesia menetapkan beberapa kriteria atau ciri dari sebuah gerakan atau ajaran yang dapat diduga menyimpang.  Beberapa kriteria tersebut adalah:
  • Mengingkari rukun iman dan rukun islam, maksudnya menambahi atau mengurangi rukun iman dan rukun islam yang diyakini umat islam sedunia,
  • Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (Alqur’an dan al-sunah),
  • Meyakini turunnya wahyu setelah Al-qur’an, maksudnya mengakui bahwa terdapat wahyu Alloh setelah Al-qur’an yang dijadikan pedoman hidupnya,
  • Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-qur’an,
  • Melakukan penafsiran Al-qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir,
  • Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran islam,
  • Melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul,
  • Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir,
  • Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah,
  • Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i
Apabila ada satu ajaran yang terindikasi punya salah satu dari kesepuluh kriteria itu, bisa dijadikan dasar untuk masuk kedalam kelompok aliran sesat. Misalnya kelompok al-Qiyadah al-islamiyah yang meyakini ada rasul baru bernama Ahmad Musadek, atau Ahmadiyah yang meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad dan kitab Tadzkiroh sebagai kitab suci di damping kitab suci Al-qur’an.

Meskipun sudah ada 10 kriteria aliran sesat, dalam tataran implementasi tentunya kita sebagai orang awam tidak boleh main tuduh. Tetap harus ada mekanisme yang benar dalam proses untuk mengeluarkan vonis sesatnya. Harus ada proses observasi dan penelitian yang mendalam oleh para ahli.

Apabila ada kelompok yang diindikasikan sebagai penyeru ajaran sesat harus dipanggil untuk dimintai keterangan dan diklarifikasi. Adakah isu yang beredar bahwa mereka mengajarkan kesesatan itu mereka akui, ataukah sekedar fitnah dari lawan-lawan mereka yang tidak suka. Semua harus diselidiki secara seksama dan tidak dengan cara yang terburu-buru.

Hadirin jamaah jum’ah rahimakumullah.

Beragamnya pemahaman agama islam yang ada tidak hanya pada tataran akidah agama semata, bahkan dalam praktik ibadah, aliran-aliran tersebut berani menciptakan aturan dan tata cara tersendiri, yang secara jelas menyimpang dari aturan islam sebenarnya.

Misalnya, tidak wajibnya shalat, shalat boleh menghadap ke arah mana saja, ibadah haji tidak perlu di mekah. Masalah-masalah tersebut sesungguhya sudah masuk pada masalah qath’i dan pasti, yang apabila orang berpendapat lain, dapat dianggap murtad dan kufur, seperti halnya mengaku menjadi Nabi dan Rasul. Padahal Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul akhir zaman, sebagaimana yang diungkapkan dalam Al-Qur’an QS Al-Ahzab[33],40 :

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Menjadi sebuah pertanyaan besar di benak umat ini adalah, mengapa bisa muncul berbagai aliran sesat seperti itu? Mengapa mereka begitu cepat berkembang dan mendapat respon yang besar dari sebagian umat? Apabila kita merenung lebih dalam, maka akan muncul beberapa penyebab terjadinya penyimpangan aliran tersebut, yaitu:

Kurangnya pengetahuan agama dikalangan umat islam, sehingga ketika hadir pengetahuan baru yang cukup “menarik” baginya, maka serta merta diikutinya.

Terdapat sebagian muslim yang memiliki semangat keagamaan yang tinggi namun kurang dalam ilmu agama, hal ini mengakibatkan ia mengikuti hawa nafsunya dalam memahami agama ini. Misalnya sekelompok orang di Jawa Timur yang melakukan sholat dengan menggunakan bahasa indonesia dengan alasan agar bacaan sholat lebih mudah difahami oleh jamaahnya.

Serangan musuh-musuh islam yang menyebarkan pemahaman dan ajaran yang salah agar umat islam terpecah belah dan menjadi lemah. Misalnya, ajaran Ahmadiyah yang dulunya muncul di wilayah negara India, diduga menjadi kaki tangan Inggris yang ingin melenggangkan kekuasaannya di tanah jajahannya itu.

Permasalahan lain yang menambah keresahan masyarakat adalah selalu terlambatnya respons pemerintah dalam menyikapi aliran yang membahayakan dan merusak tersebut.

Hadirin yang berbahagia, sungguh toleransi terhadap aliran-aliran yang jelas-jelas merusak tersebut tidak tepat untuk dikembangkan, meskipun terdapat beberapa tokoh muslim yang mendukungnya. Islam merupakan agama yang toleran dalam artian tidak memaksakan agama islam ini kepada orang lain,sebagaimana firman Alloh dalam surat al-Baqarah[2],25:

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya:“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Alloh SWT) dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Hadirin jamaah jum’ah rahimakumullah

Mengatasi maraknya aliran sesat tidak bisa dilakukan dengan cara kekerasan apalagi sikap merusak secara membabi buta. Hal itu jelas bertentangan dengan akhlak islam, aturan pemerintah dan malah bisa memunculkan sikap permusuhan. Beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah (menurut Prof. Dr. Didin Hafiduddin):

  • Pertama, para ulama, para ustadz, para khatib, dan para guru harus memiliki keberanian untuk menjelaskan kepada umat bahwa setiap aliran yang muncul dan memiliki pemikiran yang jelas-jelas berbeda dengan masalah yang bersifat qath’i tersebut, adalah sesat dan menyesatkan, berbahaya, nerusak, dan menyebabkan kekal dalam Neraka.
  • Kedua, ormas-ormas islam dengan para ulama dan tokohnya harus bersikap aktif dan responsif dalam menjawab dan menetapkan keputusan terhadap sesatnya aliran tersebut, demi menjaga akidah, syariah, dan akhlak umat. Umat pun harus didorong jika mendengar dan membaca aliran-aliran yang aneh, untuk segera bertanya kepada para alim ulama dan para ahli yang dianggap memiliki pengetahuan keislaman yang luas dan komprehensif, yang disebut dengan ahlul ‘ilmi dan ahlu adz-dzikr ( QS An-Nahl:43). Umat harus di dorong untuk bersikap kritis, tidak mudah terkecoh dan percaya kepada pemimpin aliran tersebut, bahkan jangan sampai mereka dianggap sebagai “orang-orang pintar”.
  • Ketiga, pemerintah hendaknya bersikap tegas dan segera mengambil tindakan-tindakan hukum terhadap aliran-aliran tersebut. Tidak boleh terkesan sedikitpun pemerintah berada dalam keraguan untuk menghentikannya. Insya Alloh umat akan selalu mendukungnya.
  • Semoga Alloh selaluy meneguhkan keimanan yang benar di dalam hati kita dan terjauhkan dari berbagai bentuk penyimpangan dalam akidah, ibadah dan akhlak islam yang mulia.

Khutbah 2 :

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ  اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم

Itulah contoh khutbah jumat singkat yang dapat kami tulis semoga bermanpaat. Dan jangan lupa untuk terus berkunjung ke blog ini untuk mendapatkan informasi seputar khutbah jumat singkat  secara lengkap.